Sebanyak 30 guru agama dari semua agama mengikuti Diklat ditempat Kerja (DDTK) “Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama”, yang dilaksanakan di aula Kankemenag Kota Surabaya selama 6 sejak hari ini sampai tanggal 23 April mendatang. Dalam Kesempatan ini Bapak Kasubag TU Kankemenag Kota Surabaya, Gartaman, S.Ag dalam sambutan pembukanya “terima kasih kepada Balai Diklat Keagamaan Surabaya yang memberi kesempatan Kepada ASN Kementerian Agama Kota Surabaya untuk mengikuti Diklat ini, karena tahun 2022 merupakan tahun toleransi, tahun kerukunan umat beragama, ini momen yang sangat pas sesuai dengan program Kementerian Agama Kota Surabaya bersama dengan Walikota Surabaya yang akan mencanangkan Surabaya Toleransi (SUTO)”
Gedung MAN Bendul Merisi akan kami jadikan sekretariat bersama organisasi mitra Kemenag, yang didalamnya juga ada sekretariat Surabaya Toleransi (SUTO), sehingga para pemuda dari berbagai agama dapat berkumpul disana, sehingga dapat mengenal budaya dan perilaku sehingga dapat memupuk rasa toleran sejak dini, imbuhnya.
“Selamat bagi peserta diklat, peserat diklat merupakan orang pilihan jadi dimohon agar peserta dapat mengikuti diklat ini dengan sungguh-sungguh”, pungkasnya.
Selanjutnya dilakukan penyematan tanda peserta oleh Kasubag TU Kankemenag Kota Surabaya sebagai pertanda diklat ini dimulai.
Dalam diklat ini, DR. H. Pardi, M.Pd.I selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya juga berkesampatan menjadi pemateri, dengan materi Moderasi Beragama dan Indikatornya.
![]() Senin, 20 Jun 2022, 11:34:23 WIB, Dibaca : 36 Kali |
![]() Kamis, 09 Jun 2022, 12:51:02 WIB, Dibaca : 39 Kali |
![]() Rabu, 08 Jun 2022, 10:21:32 WIB, Dibaca : 56 Kali |