Kota Surabaya (Inmas),- dalam rangka menyambut dan mensukseskan kegiatan rukyatul hilal, Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya melaksanakan di 2 tempat, yakni di atas Masjid Al Mabrur Jalan Nambangan, Bulak, Tanah Kali Kedinding, Kenjeran dan di atas Apartemen One Icon Residence Tunjungan Plaza 6 Surabaya pada Senin (12/4).
Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 16.30 wib. Di Nambangan, dari KanKemenag Kota Surabaya diantaranya Kasi PHU (Koordinator ), sebagian Kepala KUA, Kepala Madrasah Negeri, Ketua Pokjaluh, Ketua APRI Kota Surabaya, juga hadir diantaranya dari Pemkot Surabaya, PCNU, PDM dan Pengadilan Agama. Sedangkan di One Icon Residen di hadiri oleh Walikota Surabaya, Kepala Kankemenag Kota Surabaya beserta beberapa pejabat, Ketua PCNU, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua DMI, Ketua FKUB Kota Surabaya.
Ketua PCNU Kota Surabaya, KH Muhibbin Zuhri selaku inisiator kegiatan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Walikota Surabaya atas terselenggaranya kegiatan ini
“Kami sampaikan Terima kasih kepada Walikota Surabaya karena telah difasilitasi menggunakan One Icon Residence Tunjungan Plaza 6 ini untuk menyelenggarakan rukyatu hilal yang biasanya diselenggarakan hanya di Nambangan Surabaya” katanya.
Muhibbin menambahkan, Gedung ini memenuhi syarat untuk rukyatul hilal.
“Tempat ini menuhi syarat untuk dijadikan tempat rukyatul hilal, selain ketinggian yang mencukupi, jarak pandang juga tidak ada yang menghalangi” tambahnya.
Sedangkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Husnul Maram dalam sambutannya, sangat senang dengan adanya tempat baru ini
“Kami sangat senang dengan adanya tempat rukyatul hilal baru ini, setelah ini akan kami daftarkan ke Pusat ada titik baru untuk rukyatul hilal di Kota Surabaya dan Indonesia pada umumnya” ucapnya
Sementara itu, Walikota Kota Surabaya, Ery Cahyadi dalam sambutannya menyampaikan tentang kebersamaan
“Titik baru Rukyatul hilal, One Icon salah satu Gedung tertinggi di Surabaya. Kebersamaan Ormas Islam, Kementerian Agama, FKUB pada hari ini akan memudahkan membangun Surabaya ke depan” katanya
“Dalam Penentuan Ramadhan ada Hisab dan rukyatul hilal. Jika tidak bersamaan, itulah hikmah dari perbedaan. Hitungan hisab dan rukyatul hilal ada dasarnya masing – masing, Tidak bisa dipermasalahkan dan jangan dipermasalahkan. Inilah kebersamaan umat islam di Indonesia, khususnya Surabaya” tambahnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga Maghrib tersebut meskipun Diatas Lantai 55 dengan Ketinggian 230 m, diputuskan oleh Majelis Hakim dari Pengadilan agama Kota Surabaya bawah hilal tidak terlihat karena terhalang mendung. Termasuk juga di Nambangan Surabaya. (dk)
![]() Senin, 27 Jun 2022, 15:51:08 WIB, Dibaca : 43 Kali |
![]() Senin, 20 Jun 2022, 11:34:23 WIB, Dibaca : 36 Kali |
![]() Rabu, 15 Jun 2022, 12:07:25 WIB, Dibaca : 53 Kali |