Minggu, 29 Januari 2023, WIB
Lintas Berita

Senin, 21 Sep 2020, 04:01:51 WIB, 887 View HMSSBY, Kategori : Humas

Kota Surabaya (Inmas), - Bertempat di Aula Madrasah Aliyah Negeri Kota Surabaya, Direktur KSKK Madrasah Kementerian Agama RI, H. A. Umar melakukan pembinaan Inovasi Pengelolaan Madrasah pada Jumat (18/9).

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Husnul Maram kegiatan pembinaan diikuti oleh 68 guru dan 11 pegawai, serta dihadiri oleh Kakanwil Kemenag Prov Jatim didampingi oleh Kabid pendma dan kasi Sarpras. Kasi pendma dan ketua Pokjawas Kankemenag Kota Surabaya serta seluruh pengurus Komite MAN.

Kakanwil Kemenag Prov. Jatim, Ahmad Zayadi dalam sambutan pembinaannya mengingatkan, jadikan madrasah sebagai madrasah

“Jadikan madrasah sebagai madrasah, Jangan menempatkan madrasah hanya semata-mata nomenklatur satuan pendidikan. Saya memulai dengan menyebut keluarga besar madrasah bukan civitas akademik karena kebersamaan dan konprehensifnya madrasah. Madrasah tidak hanya mengajarkan, tidak hanya tahu tentang tetapi juga mendidik bagaimana. Karena itu tempatkan sebagai uswah-usawah terbaik yang bisa merawat untuk menjadikan madrasah tetap sebagai madrasah.” Katanya.

Zayadi juga menambahkan bahwa Trend madrasah saat ini semakin naik,

“Trens madrasah pada saat ini semakin naik, peminatannya banyak dan dari kalangan menengah ke atas. Trust sudah terbangun, hal ini terbukti dari pendaftarann yang kita tutup lebih awal dibandingkan sekolah” tambahnya

Sementara itu Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI, H. A. Umar dalam pembinaannya mengawali dengan menyampaikan tentang inovasi

“Inovasi bisa terjadi apabila dalam keterbasan kita bisa menghasilkan terobosan yang lebih baik. Ciri inovasi, tidak berhenti melakukan perubahan – perubahan yang lebih baik. Sudah banyak inovasi – inovasi di madrasah yang lahir dengan dana minim termasuk e-learning. Guru / madrasah pun bisa melahirkan inovasi-inovasi baru” katanya.

Ada 3 tingkatan guru yang perlu diperhatikan untuk kemajuan, menurut Umar

“Ada 3 tingkatan guru madrasah dalam pembelajaran di lapangan. Pertama guru Mualim, guru yang hanya menyampaikan, siswa paham atau tidak paham yang penting tugas mengajar tertunaikan. Kedua guru Mujahid, guru yang mau berusaha dan berjuang sungguh – sungguh agar anak mengerti dalam pembelajaran. Dan yang ketiga adalah guru Mujadid, guru pembaharu cirinya inovatif, kreatif dan dinamis. Guru nomor 3 ini lah yang diharapkan untuk kemajuan” ujarnya.

Sedangkan dalam pembahasan pengelolaan Madrasah, menekankan dalam 2 hal yaitu manajemen dan leadership.

“MAN sebagai satuan pendidikan dalam pengelolaannya harus memahami 2 hal yaitu Manajemen dan Leadership. Manajemen itu mengurusi sesuatu, the right man on the rightplace, sesuai aturan. Sedangkan leadership kadang mengabaikan aturan, tetapi manfaat dan fungsinya jalan. Misal dalam suatu pelaporan kegiatan semua administrasi tertib dan benar, tetapi realiasasi sesungguhnya ada pengaturan agar terlihat benar. Karena itu Manajemen baik itu harus diimbangi dengan leadership yang baik” pungkasnya (dk)



Menjadi tuan rumah studi tiru kearsipan dari asosiasi arsiparis indonesia
Jumat, 27 Jan 2023, 11:02:31 WIB, Dibaca : 25 Kali
Pembinaan ASN Oleh Kakanwil Kemenag Jatim
Kamis, 26 Jan 2023, 13:30:46 WIB, Dibaca : 19 Kali
Pentingnya eksistensi dan peran wanita, tema pembinaan DWP Kankemang kali ini.
Kamis, 26 Jan 2023, 12:28:05 WIB, Dibaca : 44 Kali

Tuliskan Komentar