Rabu, 27 September 2023, WIB
Lintas Berita

Senin, 06 Jan 2020, 12:31:25 WIB, 1610 View HMSSBY, Kategori : Humas

Kota Surabaya (Inmas) - Jum’at (3/2) merupakan hari yang bersejarah bagi Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, mengingat pada hari ini selain pelaksanaan Upacara Bendera sebagai puncak peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-74 tahun 2020 juga diresmikannya Pelayanan Terpadu Satu Pintu oleh Walikota Surabaya.

Acara peresmian ini sekaligus menjadi rangkaian ‘Hari Amal Bhakti’ Kemenag Kota Surabaya. Hadir dalam kesempatan itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Husnul Maram beserta jajaran Pejabat Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Muspika, Ketua PCNU Kota Surabaya, Ketua PD Muhammadiyah Kota Surabaya, Ketua MUI, Ketua FKUB, Ketua DMI, Ketua IPHI, Ketua Aisiyah, Ketua Muslimat NU, Mantan Kepala Kankemenag Kota Surabaya, Pengurus DWP, KBIH, KKM, Guru dan Pegawai di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya.

Selain itu, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini juga turut hadir dan ikut menandatangani langsung prasasti serta pemotongan tali bunga tanda peresmian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tersebut.

Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, Husnul Maram mengatakan, sejak dilakukan ujicoba program PTSP tersebut, terjadi berbagai peningkatan jumlah pelayanan. Contohnya untuk pelayanan haji, sebelum adanya PTSP satu hari rata-rata 50 pendaftar, kemudian meningkat menjadi 215 pendaftar.

Sedangkan untuk umroh, satu hari rata-rata kurang dari 100 pendaftar, meningkat menjadi 300 pendaftar, bahkan lebih. Terlebih, karena diterapkan program ini, Kemenag Kota Surabaya sering dikunjungi berbagai kota/kabupaten hingga provinsi di Indonesia atas rekomendasi dari pusat.

“Kami berikhtiar seperti ini karena sadar dan tahu bahwa pemimpin Kota Surabaya (Tri Rismaharini, red), beliau adalah yang senang adanya inovasi baru dan senang melayani masyarakat dengan cara yang sangat sempurna,” kata Husnul dalam sambutannya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku senang dengan diresmikannya PTSP ini. Menurut dia, jika tidak ada inovasi, maka akan tertinggal dengan perubahan itu sendiri. Dan jika sampai tertinggal, maka hanya akan menjadi penonton.

“Akhirnya jadi penonton, kenapa? Karena perubahan itu diambil oleh orang lain dan suatu saat orang itu punya kekuatan, bisa kemudian mempengaruhi kita. Itu yang bahaya,” kata Wali Kota Risma.

Maka dari itu, Wali Kota Risma juga mengajak kepada semua agar bergerak bersama untuk menyelamatkan anak-anak. Jika sampai peranan agama ini diambil oleh media sosial atau apapun, maka anak-anak akan kehilangan arah, sehingga tak tahu mana yang benar dan salah. Apalagi dengan maraknya informasi hoax yang beredar saat ini.

“Mari kita bersama-sama supaya menyelamatkan anak-anak kita. Kita bisa berhasil tapi kalau anak-anak kita rusak atau anak-anak tidak sukses nggak berhasil, apa gunanya? Nggak ada gunanya,” ujarnya.

Dalam sesi wawancara dengan media setelah meresmikan PTSP dan meninjau lokasi pelayanan, Risma mengapresiasi positif terobosan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya

“Kemenag lebih mendahului. Dengan anggaran yang sangat terbatas, bisa membuat pelayanan seperti ini itu luar biasa. Langkah kemajuan yang luar biasa karena transparan, masyarakat bisa langsung terlayani tidak bingung lewat mana atau menemui pejabat siapa” pungkas. (dk)



Launching Beasiswa Keagaman IT Telkom Surabaya
Selasa, 21 Feb 2023, 19:46:10 WIB, Dibaca : 349 Kali
Sosialisasi Langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran Tahun 2023 dan Anugerah Penghargaan Satker Terbai
Selasa, 21 Feb 2023, 19:30:04 WIB, Dibaca : 1353 Kali
Pembuatan Paspor Bagi Jamaah Haji Kota Surabaya 2023
Selasa, 21 Feb 2023, 19:37:13 WIB, Dibaca : 536 Kali

Tuliskan Komentar