Kota Surabaya (Inmas), - Selasa (21/12), Bertempat di Aula MTsN 2 Kota Surabaya dilaksanakan kegiatan pisah sambut Kepala Madrasah dan Kepala Tata Usaha. Kepala Madrasah lama, Enik Eri Purwaty dipromosikan menjadi Kepala Seksi Sistem Informasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren pada Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Kementerian Agama Prov. Jawa Timur digantikan oleh Agus Yulianto. Dan KTU yang lama, Muhammad Animo Pradana mutasi sebagai Kepala Urusan Tata Usaha pada MAN Kota Surabaya digantikan oleh Arya Indraswara.
Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Kankemenag didampingi Kasi PD Pontren dan Kasi PAIS, serta diikuti oleh Pengawas Madrasah, Komite, Kepala dan guru MTsN 4 Kota Surabaya, KTU MTsN 3, serta Guru dan Pegawai MTsN 2.
Kepala Madrasah yang lama, Enik Eri Purwaty menceritakan bagaimana perjalan ketika menjadi Kepala Madrasah sejak 2008 hingga saat terakhir di MTsN 2 Kota Surabaya
“Sejak tahun 2008 saya diangkat sebagai Kamad di MTsN 3 (MTsN 4 sekarang), kemudian tahun 2014 dimutasi menjadi kepala MTsN 1 Kota Surabaya, kemudian tahun 2016 – 2021 dimutasi sebagai kepala MTsN 2. Alhamdulillah MTsN 2 di nobatkan menjadi madrasah Riset, dan tahun 2021 meraih Juara 3 Nasional Myres” katanya
Pada kegsempatan tersebut, Erik menyampaikan terima kasih, permohonan maaf dan pesan kepada pegawai dan guru MTsN 2,
“Untuk jajaran MTsN 2, terima kasih telah mendukung dan bekerjasama selama saya memimpin dan mohon maaf jika selama bersama ada kesalahan di Madrasah ini. Terus berkarya dan bersinergi dengan kepala Madrasah yang baru” kata wanita yang biasa dipanggil Erik ini.
Erik juga memohon maaf kepada Komite, jika selama 2 tahun belum bisa pertemuan dikarenakan pandemi,
“Semoga dimasa pak Agus Yulianto segera bisa mengadakan pertemuan wali murid yang telah vakum selama 2 tahun ini ketika keadaan sudah normal kembali” katanya
Sedangkan Agus Yulianto, selaku Kepala Madrasah yang baru menyampaikan terima kasih menjadi Kepala Madrasah
“Terima kasih kepada Kementerian Agama Kota Surabaya yang telah memberikan kesempatan kepada saya menjadi Kepala Madrasah. Terima kasih kepada banyak senior / guru, dari Pak Rozikin saya belajar ilmu komunikasi dan manajerial. Dari Bu erik, saya belajar kesabaran. Dari pak Mas’ud saya belajar ruhul jihab, semangat/gelora perjuangan membangun Madrasah lebih baik” ucapnya
Ia berpesan kepada guru dan pegawai MTsN 2, untuk mendukung dan bersinergi.
“Saya bukan siapa- siapa tanpa bapak – ibu semua. Mari kita bersinergi, kita berkoordinasi, hal – hal yang perlu dikomunikasikan segera komunikasikan ke saya, jangan kemana – mana. Sehingga visi – misi kita segera bisa terwujud” katanya
Sementara itu, Plt. Kepala Kankemenag Kota Surabaya, Moh. Amak Burhanudin menyampaikan jabatan adalah amanah
“Tugas atau jabatan itu kita tidak tahu. Menjadi rahasia Ilahi kapan kita mendapatkan amanah itu. Kita tidak tahu kapan di ambil orang lain atau diambil oleh Allah SWT. Namun karena ini sudah bagian dari melaksanakan tugas, maka harus tetap dilaksanakan dengan baik. Jika sekarang belum mendapat amanah maka bekerjalah dengan baik – baiknya” katanya
Amak menambahkan teringat pernyataan dari Kakanwil terkait jabatan,
“Nek iyo mosok ora, ne kora mosok iyo… Segala sesuatu itu ada garisnya. Jika itu menjadi milik kita, maka bagaimana lika-likunya kita pasti akan mendapatkanya juga” ucapnya
Ia juga menyampaikan dimanapun menjalankan tugas, jalani dengan senang
“rumah saya di kediri, alhamdulillah sejak 2019 menjadi Kasubag TU di Surabaya. Saya menjalaninya dengan senang. Karena ini bagian dari tugas dan komitmen ikrar sumpah PNS ketika awal menjadi pegawai, bersedia ditempatkan dimana saja” kata amak
Kunci keberhasilan pemimpin adalah kebersamaan
“Sebaik apapun pemimpin, butuh kebersamaan termasuk di Madrasah ini. Mulai dari satpam, petugas kebersihan, pegawai, guru, hingga kamad. Tanpa kekompakan, visi misi madrasah takkan terwujud. Dan jangan overlapping, harus jelas posisi dan tugasnya” pesan amak.
Terakhir amak berpesan untuk instropeksi
“Mari Kita semua instropeksi, apa yang bisa kita lakukan untuk tempat tugas kita, bukan apa yang bisa kita dapatkan dari tempat tugas kita. Jika semua berfikir seperti ini, akan banyak inovasi-inovasi bagus yang lahir” pungkasnya. (dk)
![]() Sabtu, 26 Nov 2022, 18:22:55 WIB, Dibaca : 91 Kali |
![]() Selasa, 22 Nov 2022, 10:43:57 WIB, Dibaca : 36 Kali |
![]() Kamis, 17 Nov 2022, 10:08:05 WIB, Dibaca : 44 Kali |