Kota Surabaya (Inmas), - “Dialog lintas agama secara rutin dilaksanakan Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, namun dikarenakan covid-19, tertunda sampai hari ini. Alhamdulillah Kota Surabaya Aman, Damai, Guyup, Rukun dan Harmonis” hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Moh. Amak Burhanudin dihadapan Tokoh agama, Kepala KUA dan penyuluh Agama Kota Surabaya dalam kegiatan Dialog Kerukunan Umat Beragama dalam mewujudkan Moderasi beragama dan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan dengan protokol kesehatan di Aula Kankemenag Kota Surabaya pada Selasa (30/11).
“Surabaya Kondusif dan harmonis karena Peran Tokoh Agama da Tokoh Masyarakat dalam memimpin dan membina umatnya terutama terkait toleransi beragama” katanya.
Hal ini sejalan dengan 7 Program Prioritas Kemenag RI, yakni : Moderasi Beragama, Transformasi digital, Revitalisasi KUA, Kemandirian Pesantren, Religiousity Indeks, Cyber Islam University, dan Tahun Toleransi.
Amak juga mengajak peserta yang hadir untuk mendukung program pemerintah
“Mari mendukung Program Pemerintah dan senantiasa menjaga & mewujudkan kerukunan bersama. Bila ada permasalahan, segera berkoordinasi dengan Kemenag untuk segera dicarikan solusi terbaik untuk semua . Sinergi dg FKUB dan semua Ormas semoga tetap terjaga untuk Harmony Kota Surabaya” pungkasnya
Dalam kegiatan tersebut 5 tokoh agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, Hindu, dan FKUB menyampaikan pandangan mereka tentang Kerukunan Umat Beragama dalam mewujudkan Moderasi beragama dan wawasan kebangsaan dalam pesepsi masing – masing.
Tokoh Agama Islam, H. Muhaimin dari MUI Kota Surabaya mengajak umat Islam dan lainnya hidup Rukun dan harmonis
“Indonesia adalah negara majemuk dan plural dimana semua ada di Indonesia, sebagai kekayaan dan tantangan. Akan berbahaya bila tidak kondusif. Hindari Sentimen antar dan intern umat beragama karena Islam - selaras dan rahmat untuk semua ummat. Jangan menebar permusuhan, iri dengki serta permusuhan diantara anak bangsa, Ikuti cara hidup Rosulullah SAW, maka hidup akan rukun dan aman dan Jadikan 4 pilar - Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI sebagai penguat pemersatu bangsa” pesannya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh H Yazid dari FKUB Kota Surabaya
“Indonesia sangat majemuk termasuk Kota Surabaya. Dengan adanya wawasan kebangsaan yang baik dan didukung oleh moderasi beragama melahirkan toleransi yang akan berimbas pada terciptanya Kerukunan, kedamaian dan keharmonisan” katanya
Sedangkan Pdt SAMUEL, tokoh agama Kristen menyampaikan esensi dari ajaran agama
“esensi dari ajaran agama adalah kedamaian, Adil berimbang dan mentaati konstitusi. Semua agama cinta perdamian. Pesan saya Mengutip dari Matius, Kasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta kasihilah manusia seperti dirimu sendiri” ucapnya
Hal senada juga disampaikan Wayan, Tokoh Agama Hindu
“Tanam Bunga tanam buah. Memuja Tuhan dengan sebenarnya akan tumbuh Toleransi, tidak menyakiti. Menumbuhkan kesabaran, Kebenaran, kedamaian dan kesejahteraan” katanya
Romo Dedi dari Tokoh Agama Buddha menambahkan
“Semua memiliki persamaan hak, perlakuan yang sama. Mengasihi sesama, Menghargai lingkungan. Perpecahan dari diri sendiri, Melempar debu akan kena diri kita sendiri maka belajar mengendalikan diri itu penting. Bila dihina jangan dibalas, Kebencian balas dengan senyuman”ucapnya.
Dan sebagai pemateri terakhir Liem dari tokoh agama Konghucu menyampaikan seputar moderasi beragama
“Moderasi dimulai dari agama, perlu keberanian dalam menyuarakan toleransi beragama. Perbedaan tidak perlu dipermasalahkan. Bagaimana mencintai tanah air? jangan pergi tetapi harus dijaga” ujarnya.
Setelah pemaparan dari dari berbagai tokoh agama, kegiatan dilanjutkan dengan sharing tanya jawab kondisi Surabaya dan solusi terbaik untuk kerukunan umat beragama. (dk)
![]() Selasa, 21 Feb 2023, 19:46:10 WIB, Dibaca : 726 Kali |
![]() Selasa, 21 Feb 2023, 19:30:04 WIB, Dibaca : 8859 Kali |
![]() Selasa, 21 Feb 2023, 19:37:13 WIB, Dibaca : 2253 Kali |