Rabu (15/06) Sebanyak 65 orang perwakilan dari 32 lembaga Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah Takmililah, TPQ dan Madin mengikuti sosialiasai dan koordinasi Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas antar lembaga maupun lembaga dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama Kota Surabaya. Seperti yang dikatakan Amir Sholehuddin, Kasi PD Pontren dalam sambutannya, “Partisipasi aktif diperlukan dari lembaga-lembaga pondok pesantren, Madrasah Diniyah Takmililah, TPQ maupun Madin agar komunikasi dapat dengan mudah dilaksanakan sehingga informasi dapat dengan mudah tersampaikan”.
Dalam kesempatan ini Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya Dr. H. Pardi, M.Pd.I memberikan arahan, “saya mengistilahkan dengan DAI, D merupakan Dedikasi dan disiplin, sebagai pengurus maupun ketua lembaga harus mempunyai dedikasi dan disiplin yang tinggi dalam mengurus lembaga yang dikelola; A merupakan administrasi, dimana administrasi yang lengkap, baik dan cepat sangat diperlukan dalam pemenuhan dan permintaan update data dalam aplikasi EMIS; I, untuk inovasi, inovasi-inovasi itu penting dilakukan dalam pembelajaran santri-santri, yang pada saat ini pendidikan diniyah/pondok pesantren mulai diminati banyak orang, sehingga tidak kalah bersaing dengan pendidikan formal yang ada.
Diakhir sambutannya, Dr. H. Pardi berpesan agar dapat mengelola dengan baik lembaga yang bapak atau ibu pimpin, di era saat ini, dengan adanya aplikasi-aplikasi yang ada, pemenuhan data dan pengoperasian aplikasi harus dilakukan dengan sebaik-baiknya demi berlangsungnya organisasi.
Dalam kegiatan ini selain penyampaian materi yang berisi tentang penguatan dalam penggunaan aplikasi EMIS oleh Rahmat Hidayat staf seksi Pontren, Kepala Kantor juga mengukuhkan pengurus baru Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).
![]() Rabu, 15 Jun 2022, 12:07:25 WIB, Dibaca : 637 Kali |
Selasa, 31 Mei 2022, 15:20:00 WIB, Dibaca : 717 Kali |
![]() Jumat, 25 Feb 2022, 13:45:31 WIB, Dibaca : 908 Kali |