Kota Surabaya(Inmas), Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya. Kakanwil Kemenag Prov.Jatim. Ahmad Zayadi memberikan pembinaan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) tigkat Kota Surabaya pada Selasa (15/12).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Husnul Maram dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan selamat Datang
"Terima kasih dan selamat datang kepada Bapak Kakanwil Kemenag Prov Jatim, kehadiran bapak memberi semangat baru bagi Kementerian Agama Kota Surabaya" ucapnya.
Maram juga menambahkan, Kegiatan hari ini adalah rangkaian dari kegiatan peringatan HAB Ke-75 Kemenag
"Kegiatan pagi ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Kankemenag Kota Surabaya dalam rangkah peringatan HAB ke-75 Kemenag 2021, selain Ziarah Wali/Pahlawan, Donor darah, lomba video kreatif dan upacara" ujarnya.
Sementara itu, Kakanwil dalam pembinaannya mengajak seluruh ASN Kemenag menjadi aktor dan agen moderasi beragama untuk penguatan kehidupan beragama yang lebih moderat
"Secara personal, parameter moderasi beragama adalah jika kita memiliki sikap IHSAN, yang merupakan akronim dari kata Integritas, Humanity, Spirituality Adaptability (kemampuan menyesuaikan) dan nasionality" katanya.
Parameter keberhasilan pelaksanaan moderasi beragama adalah pada indeks kerukunan umat beragama.
Kakanwil menekankan, moderasi beragama bukanlah memoderasi agama, tapi bagaimana cara kita beragama yang moderat.
"Diksi yang digunakan adalah moderasi beragama, karena sejatinya agama itu sudah moderat," tutur Kakanwil pada peserta yang mengikuti pembinaan secara luring dan daring ini.
Kakanwil juga menjelaskan bahwa KUA (Kantor Urusan Agama) merupakan Kantor Kementerian Agama tingkat kecamatan, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Maka sangat Penting membangun ekosistem KUA yang bersih melayani.
Kakanwil menuturkan, ada 3 tantangan KUA, yaitu:
1. Bagaimana KUA bisa memberikan layanan publik yang ramah. Ramah, yakni responsif terhadap tuntutan kebutuhan masyarakat, responsif terhadap tuntutan perubahan tehnologi.
2. Manajemen organisasi KUA, dengan menciptakan harmonisasi organisasi.
3. Transparansi dan akuntabilitas penggunaan pengelolaan anggaran KUA.
Di akhir pembinaan, Zayadi menambahkan tentang peran penting Madrasah dan Pondok pesantren dalam perubahan di masa mendatang. (dk)
![]() Selasa, 21 Feb 2023, 19:46:10 WIB, Dibaca : 654 Kali |
![]() Selasa, 21 Feb 2023, 19:30:04 WIB, Dibaca : 7297 Kali |
![]() Selasa, 21 Feb 2023, 19:37:13 WIB, Dibaca : 1252 Kali |